Rabu, 10 April 2013

RijBewijs ato Rebewes (Bagian 1)


Sumber Foto : www.noordhollandsdagblad.nl


Senangnya beberapa waktu lalu mendengar teman-temanku  lulus ujian mengemudi .Bagi yang tinggal di Belanda ,kebanyakan sudah faham, untuk mendapatkan card bernama Rijbewijs/SIM bukanlah sesuatu yang simpel dan murah.
Kenapa?? banyak sekali suka duka mereka demi mengejar si kartu merah jambu itu.
Aku pribadi sangat menghargai kegigihan dan kerja keras teman-temanku ,tanpa kenal lelah dan gampang menyerah.
Jadi teringat sekitar 3, tahun lalu ketika akupun  harus memberanikan diri untuk menghadapi ujian teori dan praktik mengemudi......

Belajar Theori
Usia anak keduaku Nazhifa hampir genap 1 tahun .Otomatis mobilitas dan aktifitasku tidaklah semudah ketika anakku baru satu.Awalnya tidak ada keinginan sedikitpun untuk sekedar mempunyai niat untuk mendapatkan SIM,sebuah kunci agar bisa mengendarai mobil secara legal disini.
Bisa saja nekat bawa mobil tanpa mengantongi SIM,tapi resikonya sangatlah besar jika tertangkap pihak berwajib. Selain denda ,bisa saja ada sangsi lain yang membuat si pengendara gelap mendapat kesulitan untuk mendapatkan SIM dimasa yang akan datang.
Penyebabnya antara lain bahan theori yang lumayan banyak dan menurutku rumit,juga biaya yang sangatlah tidak sedikit.Bisa ditotaal mungkin sekitar 2000 an euro atau sekitar 22 jt termasuk biaya les/belajar ,ujian dan sewa mobilnya (perkiraan biaya tahun 2010)...itu kalau bisa 1 kali langsung lulus.
Setelah sholat istikhoroh ,menimbang baik  buruk,untung rugi dan lain sebagainya,akhirnya "kupaksakan"juga untuk belajar theori dalam bahasa belanda.
Pertengahan Zomer /musim panas tahun 2008 aku cicil theori mengemudi yang jumlahnya berlembar-lembar.Dari jenis kendaraan,jenis SIM,peraturan lalu lintas plus rambu-rambunya yang  waduuuh banyak banget euy...lieeuuuur ah..
Buat aku yang kemampuan otaknya nggak seencer orang-orang cerdas,butuh banyak waktu untuk mengerti dan memahami seluk beluk perlalulintasan di Belanda.Siang malam aku berkutat dengan buku theori,CD Room  yang berisi soal-soal ujian yang membuatku pusing nggak karuan..
Tidak kurang sampai 6 bulan aku beranikan untuk ikut ujian theori di CBR (Centraal Bureau Rijvaardigheden) sebuah organisasi yang memfasilitasi publik dalam hal theori dan praktek mendapatkan SIM berbagai  jenis kendaraan.
Pertengahan december  2008 ,namaku terdaftar sebagai peserta ujian theori disana.Bukanlah hal yan mudah bagiku untuk menghadapi ujian itu.Selain soal-soal yang mengecoh,kecepatan menjawab soal juga sangat menentukan apakan aku menjawab dengan benar atau tidak .Kalo tidak salah setiap soal peserta diberi waktu sekitar 8 detik untuk menjawab.
Setelah ujian selesai,aku dan para peserta ujian menunggu sekitar  15 menit didalam ruangan.Setelah itu tiba waktunya setiap nama dipanggil menandakan  peserta lulus ujian.....OH Ya Allah semoga aku termasuk yang diluluskan ujian hari itu...Hingga akhirnya.....

Bersambung....

Utrecht,11 april 2013
00.30 CET

By Ummusalsabila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar